20 Aug 2014    

Pelepasliaran Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) di TNGGP

21/12-2013 ¾ Pelepasliaran Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) yang diselenggarakan oleh Suaka Elang bekerjasama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah dilakukan, tepatnya di bukit Pasekon, Resort Cimande. Acara ini dihadiri oleh beberapa instansi yang juga turut berpartisipasi seperti

TNGGP, Pristin, MNC Land, Santa Monica, SE, Forpela, PDAM  serta RCS. Sebelumnya dilakukan acara pembukaan di Santa Monica, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan Elang Brontok. Yandu merupakan Elang Brontok jantan fase gelap yang kini telah dilepasliarkan. Elang ini dilepasliarkan pada usia kurang lebih 4 tahun. Yandu berasal dari serahan masyarakat di sekitar kawasan TNGGP, kemudian direhabilitasi di Suaka Elang. Sebelum dilepasliarkan, selama 1 minggu lebih, Yandu berada dalam kandang habituasi.Pelepasan Elang berlangsung dengan lancar. Kepala Balai Besar TNGGP memberikan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tali pengikat kandang habituasi. Awalnya saat tali pengikat dipotong, Yandu tidak segera merespon untuk terbang dan keluar dari kandang. Elang tersebut hanya terlihat diam, namun setelah beberapa detik barulah Yandu merespon untuk terbang. Setelah pelepasliaran Elang, selanjutnya dilaksanakan monitoring terhadap pergerakan Elang Brontok tersebut. Waktu pelaksanaannya selama 1 bulan oleh tim monitoring  dan volunteer dari Suaka Elang, serta petugas TNGGP. Melalui monitoring ini dapat diketahui perkembangan dari aktivitas Yandu untuk bertahan dalam kondisi habitat liar.

Pemeriksaan Kesehatan dan Penandaan

Pemeriksaan kesehatan terhadap elang-elang yang berada di Suaka Elang ini dilakukan secara rutin dengan bantuan para medis dari ASTI. Pemesiksaan yang dilakukan diantaranya adalah untuk pengecekan secara fisik (berat badan, ukuran tubuh, kondisi fisik lainnya) dan kemungkinan beberapa penyakit yang biasa terjadi pada unggas. Selain pemeriksaan kesehatan, juga dilakukan pemberian beberapa vitamin dan obat sesuai dengan kondisi setiap satwa yang diperiksa.

Ciri-ciri fisik lainnya hasil dari pemeriksaan ini juga menjadi rekomendasi tindakan yang harus dilakukan oleh perawat kepada satwa di kandang, seperti pengecekan pelipis mata yang menunjukkan tingkat dehidrasi pada satwa.

Suaka Elang mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan teman-teman para medis telah memastikan satwa-satwa di Suaka Elang tetap sehat dalam proses rehabilitasi dan siap untuk dilepasliarkan kembali ke alam.