4 Jul 2015    

REPORT RAPTOR MIGRATION FESTIVAL 2014

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati dan tumbuhan atau biodiversitas hayati yang paling kaya di dunia. Keanekaragaman satwa di Indonesia salah satunya dapat dilihat dengan tingginya keragaman jenis burung yang dimiliki, yaitu sebanyak 1.559 jenis (17%) dari jumlah jenis burung di dunia dan 381 jenis diantaranya merupakan jenis endemik Indonesia. Burung telah lama dikenal masyarakat luas karena memiliki nilai keindahan, burung mengisi siklus rantai makanan, membantu penyerbukan dan penyebaran biji, pengontrol hama, indikator stabilitas ekosistem, serta nilai burung bagi perekonomian dan kebudayaan setempat. Kelompok jenis burung yang memiliki peranan lainya adalah burung pemangsa atau Raptor yang memiliki pola hidup sebagai pemangsa puncak (top of predator) dalam suatu ekosistem. kebiasan hidup burung pemangsa dilingkungan hutan yang masih alami maka burung pemangsa dapat dijadikan bioindikator yang mengontrol kualitas lingkungan (Purwanto et al 2013). Kebiasan lainya dari Raptor adalah bermigrasi. sebagian raptor di asia timur bermigrasi dari utara ke selatan di musim dingin dan dari selatan ke utara di musim semi (Yamazaki et al 2012).

Lebih lanjut, silahkan downloud di  sini : Laporan Migrasi 2014

Monitoring Pasca Release Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

oleh : Anggita Junia Lestari

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang telah dilepasliarkan sebelumnya telah menjalani masa rehablilitasi di pusat rehabilitasi Suaka Elang. Selama masa rehabilitasi, telah banyak diberikan perlakuan-perlakuan agar elang tersebut bisa hidup secara liar kembali nantinya. Setelah melewati proses rehabilitasi, elang tersebut di siapkan pada lokasi pelepasliaran dengan melakukan habituasi di lokasi pelepasliaran selama kurang lebih 2 minggu.

Kandang Habituasi elang jawa yang akan di lepasliarkan

Kandang habituasi Elang Jawa yang akan dilepasliarkan

More