kesempatan Ke-2 bagi Chella
Chella berontak, berteriak-teriak tanpa henti ketika tim melakukan pemasangan tanda di sayap dan ring di kaki kanannya. “Dia memang sudah selayaknya dilepasliarkan kembali, mengingat prilakuknya yang sudah sangat liar’. Kata ibu Dewi, seorang peneliti elang dari LIPI yang sudah sangat mumpuni di dunianya.
Chella merupakan salah satu elang yang direkomendasikan untuk proses pelepasliaran. Elang ini sekitar 6 bulan di Suaka Elang. Karena sebelumnya berada di Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) sekitar 1 tahun dan dilakukan treatment untuk pelepasliaran, maka tidak terlalu sulit bagi suaka elang untuk melakukan treatment lanjutan.
Sebenarnya elang ini sudah sangat layak untuk dilepasliarkan, karena dokumen pengesaha dari pihak berwenang sudah dia miliki seperti kelayakan kesehatan, kelayakan prilaku bahkan Surat Angkut Satwa Dalam Negeri pun sudah ia kantongi (SAT-DN). Karena informasi dan data tentang habitat pelepasliaran yang sangat terbatas, maka chella belum dapat menikmati udara sedar di alam bebas. Cukup riskan jika chella di lepas tanpa study habitat mendalam.
Pada Bulan lalu, tepatnya pada tanggal 22 juni 2011 yang lalu, Chella di pasang tanda di sayap dan kakinya berupa wing tag/wing marker dan ring. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah monitoring bagi Chella nantinya. Pembagian tugas pun di mulai. Pengukuran dilakukan oleh oleh Ibu Dewi Prawiradilaga dengan dibantu Pak Parno yang juga Staff dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pemasangan tanda di sayap dilakukan oleh Asman Adi Purwanto dari Raptor Indonesia, pemasangan cincin dilakukan oleh Mono. Sedangkan untuk Handling atau penangkapan dilakukan oleh Duduy (Animal keeper) yang dibantu oleh abah, Staff dari Taman Nasional yang juga bagian dari Suaka Elang. Benar-benar merupakan kerja tim dan berbagi peran sangat terlihat disini.
Pada kesempatan ini juga, 1 ekor elang jawa dan 1 ekor Elang Brontok(Nisaetus cirrhatus) di pasang tanda sama seperti Chella. Walaupun pemasangan tanda terdengan cukup ekstrim di telinga karena harus menempelkan benda asing di bagian tubuh mereka, namun untuk saat ini hanya alat itulah yang bisa diharapkan membatu identifikasi mereka di alam liar nantinya. Mereka diperlakukan dengan sangat halus dan lembut oleh para tim, cukup mengaharukan melihat Chella dan teman-temannya diperlakukan dengan baik
Rencananya Chella akan di lepasliarkan di gunung pongkor pada tanggal 15 Agustus 2011 mendatang. Semoga rencana pelepasliaran dapat berjalan dengan baik. Mohon doa restu dari kawan-kawan semua, agar Chella dapat kembali ke alam bebas
NB:
Bagi teman-teman yang tertarik untuk berpartisipasi menjadi volunteer dalam kegiatan ini, silahkan hubungi email info@suakaelang.org







