Kunjungan Pendidikan Lingkungan Hidup SDN 3 Tajurhalang
Tidak seperti biasanya pada Selasa pagi sudah terlihat kesibukan di Ruang Informasi Suaka Elang. Beberapa orang terlihat sibuk membersihkan dan merapikan ruangan itu.
Ya, kesibukan itu terjadi karena akan ada Kunjungan Pendidikan Lingkungan Hidup dari Sekolah Dasar Negeri 3 Tajurhalang yang di motori oleh Pusat Informasi Lingkungan Indonesia(PILI-Green Network).
Tepat Pukul 10.00 rombongan murid kelas 5(lima) datang yang langsung di arahkan masuk ke Ruang Informasi. Kemudian rombongan yang berjumlah 30 murid itu di bagi menjadi 4(empat) kelompok. Pembagian kelompok dan penamaan kelompok di sesuaikan dengan jenis elang yang ada yaitu Kelompok Elang Jawa Spizaetus bartelsi, Elang Hitam Ictinaetus malayensis, Elang Brontok Spizaetus cirrhatus dan Elang Ular Bido Spilornis cheela.
Fasilitator dalam kegiatan ini adalah Ninik Nur Wijayanti dari RAIN-Raptor Indonesia. Hal pertama yang dilakukan setelah pembagian kelompok, Fasilitator kemudian menanyakan kenapa murid-murid kelas lima itu di ajak ke suaka elang. Jawaban yang keluar dari beberapa murid yang masih malu-malu itu beragam. Ada yang menjawab untuk mencari ilmu, belajar, dan ada yang menjawab tidak tahu.
Pemutaran Film TNGHS
Setelah dilakukan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Para peserta di ajak menonton Film tentang Taman Nasional dengan durasi 15(limabelas) menit. Para murid terlihat begitu antusias menyaksikan film yang mencertikan tentang profil taman nasional dan ekosistem di taman nasional.
Selanjutnya, setelah silakukan pemutaran film dilakukan interaksi bersama murid dengan tanya jawab. Dari hasil tanya jawab yang dilakukan ternyata hampir semua murid yang ikut dalam Pendidikan Lingkungan ini tidak tahu apa itu Taman Nasional dan apa saja yang ada di taman nasional.
Pengenalan Suaka Elang
Setelah pengenalan suaka elang terhadap murid selesai kemudian dilanjutkan dengan pengenalan suaka elang kepada para peserta. Hal ini penting karena fungsi dari suaka elang selain sebagai tempat rehabilitasi dan sanctuary juga sebagai Pusat Pendidikan dan Konservasi Burung Pemangsa. Hal yang di sampaikan dalam pengenalan suaka elang itu sendiri selain tentang apa itu suaka elang? Juga di sampaikan beberapa mengenai informasi mengenai elang yang ada dan dilakukan juga tanya jawab mengenai elang dan materi yang di sampaikan. Gunawan, selaku Ketua Suaka Elang menjelaskan apa yang di maksud dengan suaka elang. Selain itu, dia juga menjelaskan pentingnya melindungi elang. Kemudian murid atau peserta kegiatan ini di beri pertanyaan kenapa elang harus dilindungi. Jawaban yang keluar pun berbeda menurut apa yang para murid SD kelas lima itu ketahui. Ada yang menjawab karena elang itu termasuk binatang langka dan lainya. Kemudian gunawan selaku pemberi materi menjelaskan bahwa selain elang adalah satwa yang perlu dilestarikan juga sebagai rantai makanan di dalam sebuah ekosistem jadi pemerintah mengeluarkan dan menetapkan bahwa elang adalah satwa yang harus dilindungi.
Permainan Edukasi
Setelah diberi pemahaman tentang pentingnya melindungi dan melestarikan elang selanjutnya tiap kelompok di ajak melakukan permainan yang bertema ”ekosistem”. Masing-masing anggota kelompok diharuskan tanganya saling berkaitan satu sama lain. Kemudian tiap anggota diberi nama sesuai dengan species yang saling berkaitan dalam sebuah ekosistem misalkan Owa Jawa Hylobates moloch, Elang Jawa Spizaetus bartelsi, Macan Tutul Panthera pardus, Kayu/pohon dan beberapa komponen yang saling berkaitan didalam sebuah ekosistem hutan.
Di sini mentor bermaksud menyampaikan pemahaman bahwa jika di dalam sebuah ekosistem ada yang hilang maka ekosistem hutan akan mengalami kepincangan. Murid-murid begitu antusias ketika permainan ini berlangsung.
Di harapkan dengan permainan yang di fasilitasi oleh Ahmad Suryadarma selaku Kepala Resorts Salak I Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini para murid dapat mengerti dan memahami apa itu ekosistem dan ketergantunganya pada masing-masing komponen yang ada di dalam hutan.
Kemudian, para murid di ajak melihat langsung proses perawatan elang di kandang santuary. Kunjungan untuk melihat langsung ke kandang merupakan akhir dari rangkaian kegiatan Kunjungan Pendidikan Lingkungan ini. Harapanya adalah sepulang dari Suaka Elang adik-adik kita mendapatkan pelajaran penting tentang arti mencintai, memiliki dan mengerti arti dari betapa pentingnya melestarikan lingkungan.
Teks © Asman/ Foto © Mono





