19 May 2012 | Email TemanCetak    

Pelatihan Kader Konservasi

“Sebagai wujud keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan di Suaka ELang Raptor Sanctuary and Education Centre”

Peserta Pelatihan Kader Konservasi

Suaka Elang-Bogor: BTNGHS adalah suatu kawasan dimana peruntukannya digunakan untuk kawasan perlindungan (save it), kajian ilmiah (study it) dan pemanfaatan secara lestari (use it). Sebagai salah satu bentuk usaha pelestarian maka dibentuklah program kemitraan berbagai lembaga pemerintah dan LSM serta korporasi Suaka elang (raptor sanctuary).

Suaka elang (raptor sanctuary) merupakan salah satu bentuk usaha menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada,

bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat kepada alam dan meningkatkan kesadaran akan nilai penting sumber daya alam yang beragam dalam sebuah ekosistem kehidupan.

Suaka Elang adalah sebuah lembaga non-profit berbentuk perhimpunan yang berkedudukan di Kampung Loji, Kawasan Taman Nasional Halimun Salak. Lembaga ini dibentuk oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat, lembaga pemerintah serta perusahaan dan bergerak dalam konservasi raptor dan habitatnya melalui pendidikan lingkungan, rehabilitasi dan pelepasliaran.

Pendidikan lingkungan merupakan sebuah cara dalam menyebarkan informasi tentang usaha pelestarian dan perlindungan raptor. Penyebaran informasi tidak akan terlaksana tanpa dorongan dan sikap hidup positif baik dari tingkat individu, kelompok, dan masyarakat secara keseluruhan terhadap lingkungan alamnya.
Melalui program ini diharapkan bisa berkontribusi langsung, khususnya pada upaya konservasi raptor dan umumnya semua potensi keragaman hayati yang ada di kawasan TNGHS.

Untuk lebih mengoptimalkan wahana media informasi dan pendidikan lingkungan di Suaka Elang, dibutuhkan :
Peningkatan kapasitas generasi muda dalam kaitannya dengan usaha konservasi raptor dan habitatnya
sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang cukup guna menyebarluaskan informasi terkait konservasi dan lingkungan hidup. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan agen-agen penyebar informasi konservasi keanekaragaman hayati khususnya burung pemangsa serta mendorong pelibatan masyarakat untuk turut dan lebih perduli terhadap lingkungan serta dalam menjaga dan melindungi kawasan khususnya Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kegiatan ini di lakukan setiap sabtu dan minggu selama satu bulan dengan melibatkan beberapa unsur masyarakat seperti sekolah menengah umum, mapala umum, akademisi maupun dari masyarakat lokal sebaga peserta. Pelatihan ini di ikuti oleh 19 orang. kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19-20 Juni, 26-27 juni, 3-4 Juli, dan 10-11 Juli 2010.
Kegiatan ini dibuka pada tanggal 19 Juni 2010 secara langsung oleh KaSubDit Bina Cinta Alam PJLWH dan disaksikan secara langsung oleh Pihak Suaka Elang dan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dalam kegiatan ini, Suaka Elang juga bekerja sama dengan YAPEKA (Yayasan Pendidikan Konservasi Alam).

Ice Breaking berupa games untuk memecahkan suasana


Adapun agenda kegiatan yang telah tersusun dalam suatu rangkaian acara yang dijabarkan sebagai berikut :


Minggu Pertama

  1. Persiapan, persiapan dimulai dari daftar ulang peserta. Bagi peserta yang telah mendaftar ulang dan mengisi absensi langsung diberi tool kit berupa buku dan materi.
  2. Acara selanjutnya adalah sambutan dan pembukaan acara yang di buka langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan disaksiakan langsung oleh KaSubDit Bina Cinta Alama PJLWH, Direktur Suaka Elang serta peserta kegiatan.
  3. Pengenalan materi kevolunteran, dasar-dasar interpretasi, latihan interpretasi, rencana tindak lanjut, dan pembentukan VAS (Volunteer Action Society).
  4. Materi yang diberikan pertama adalah materi mengenai kevolunteeran. Setelah itu diberikan materi mengenai dasar-dasar interpretasi, yang dilanjutkan dengan latihan menginterpretasikan kondisi di lingkungan Suaka Elang.
  5. Kegiatan selanjutnya adalah merancang rencana tindak lanjut yang akan dilakukan setelah pemberian materi dan latihan. Poin penting pada rencana tindak lanjut yang diusulkan adalah dibentuknya organisasi sebelum melakukan kegiatan yang selanjutnya. Atas dasar usulan tersebut, dibentuklah VAS (Volunteer Action Society) sebagai organisasi yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih lanjut.
Pemberian materi diluar Ruangan

Pemberian Materi diluar Ruangan

Minggu Ke Dua

  1. Persiapan yang dimulai dari penyiapan peralatan pendukung dari materi yang akan diberikan, absensi dan penyiapan tempat.
  2. Materi yang diberikan pada pada pertemuan ke dua adalah Pemetaan jalur interpretasi di kawasan resort wilayah 1 – Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak
  3. Praktek lapangan yaitu praktek langsung pembuatan jalur interpretasi di lokasi kegiatan berdasarkan arahan dari pemateri.
  4. Pembuatan peta hasil praktek di lapangan yang nantinya akan dijadikan sebagai sign board bagi pengunjung dan fasilitator lain.

Minggu Ke Tiga

  1. Persiapan alat pendukung kegiatan, absensi dan penyiapan tempat pemberian materi.
  2. Materi pada pertemuan ke-3 adalah metode pengenalan dan pengamatan flora dan fauna secara singkat, materi ini hanya menjelaskan tehnik-tehnik dasar pengenalan alat bantu, tehnik identifikasi dan penentuan metode praktis.
  3. Praktek langsung pengamatan burung, mamalia, herpetofauna, identifikasi tumbuhan obat dengan menginterpretasikan langsung.

Minggu ke Empat

  1. Persiapan alat pendukung kegiatan, absensi dan penyiapan tempat pemberian materi.
  2. Materi organisasi dan pembuatan kelembagaan
  3. Pembenahan sekertariat VAS yang berada di lokasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Pusat Pendidikan Berbasisi urung Pemangsa Raptor Sanctuary and Education Centre.
  4. Persiapan materi pendidikan Lingkungan hidup di sekolah dasar sekitar Suaka Elang.
  5. Evaluasi kegitan pelatihan.

Output

Dari kegiatan pelatihan di atas didapat output antara lain :

  1. Terbentuknya suatu lembaga Volunter yang dapat memberikan dan menyebarluaskan informasi tentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak khususnya Suaka Elang sebagai Lembaga independen yang bergerak di bidang konservasi burung pemangsa.
  2. Lembaga yang beranggotakan 18 orang ini memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap penyebarluasan informasi dalam kegiatan pendidikan lingkungan, management pengelolaan satwa liar dan ekowisata terbatas yang dikelola secara langsung oleh Suaka Elang dan Balai Taman Nasionla Gunung Halimun Salak.
  3. Setiap anggota memiliki Visi dan misi serta kapabilitas yang sama dalam hal penyebarluasan informasi tentang Taman Nasiona Gunung Halimun Salak khususnya burung pemangsa, sehingga mereka mampu menginterpretasikan kepada publik tentang knservasi burung pemangsa.